
Sejarah Berdiri Pondok Pesantren Salafiyah Ma’had Zaadul Ma’ad Palembang
Pondok Pesantren Salafiyah Ma’had Zaadul Ma’ad berlokasi di Jalan Padat Karya Lorong Melati 1 RT.01 RW.001 Sugiwaras Kelurahan Talang Jambe Kecamatan Sukarami Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Pondok pesantren ini didirikan pada tanggal 8 Agustus 2014 oleh beberapa juru dakwah asal Kota Palembang yang pernah menimba ilmu agama di Timur Tengah dan beberapa pondok pesantren di Pulau Jawa. Latar belakang didirikannya pondok ini antara lain didasari kepedulian para juru dakwah untuk turut andil mengajak umat kepada ajaran islam yang benar sesuai Al-Quran dan As-Sunnah di atas pemahaman salaf saleh, juga kebutuhan dan keinginan kuat masyarakat akan adanya sebuah lembaga yang fokus bergerak di bidang dakwah dan pendidikan islam, sebagai wadah bagi juru dakwah dalam mendidik dan mendakwahkan ilmu keislaman yang telah mereka pelajari kepada masyarakat agar mengamalkan ajaran islam dalam kehidupan sesuai petunjuk Nabi sallallahu alaihi wasallam dan para sahabat radhiyallahu anhum, serta secara khusus untuk mencetak kader ulama/da’i sebagai penerus estafet dakwah, khususnya di Palembang dan sekitarnya.
Pada awal berdirinya, Ma’had Zaadul Ma’ad hanya memiliki program Raudhatul Athfal (RA)/setingkat TK, pembelajaran Al-Quran, Tadribud Duat (Pelatihan Da’i), dan majelis taklim/kajian rutin keislaman yang kegiatan utamanya dilaksanakan di masjid. Seiring berjalannya waktu, ternyata kegiatan keislaman tersebut mendapat respon positif dari masyarakat Kota Palembang, khususnya yang berdomisili di sekitar Kelurahan Talang Jambe dengan ikut menghadiri kajian keislaman, belajar membaca dan menghafal Al-Quran, beberapa ikut program pelatihan da’i, dan banyak juga yang menyekolahkan anaknya di RA.
Melihat animo masyarakat yang begitu antusias, serta perlunya kelanjutan pendidikan jenjang RA, maka dengan dilandasi niat yang ikhlas para pengurusnya lillahi ta’ala untuk mendidik dan mendakwahkan islam kepada masyarakat, serta atas dasar keinginan dan kebutuhan masyarakat itulah maka pada bulan Juli tahun 2015 dibukalah program pendidikan nonformal Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) pada Pondok Pesantren Salafiyah jenjang Salafiyah Ula (setingkat SD/MI) sebagai jenjang lanjutan program RA, dan jenjang Salafiyah Wustha (setingkat SMP/MTs) yang juga dibutuhkan oleh masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan anaknya setelah lulus SD di pondok pesantren.
Di antara alasan pondok memilih program Wajar Dikdas pada Pondok Pesantren Salafiyah di bawah naungan Kementerian Agama yaitu ingin mempertahankan ciri khas pesantren yang lebih memfokuskan mengkaji ilmu-ilmu keislaman yang bersumber dari Al-Quran, Al-Hadis, dan kitab-kitab berbahasa arab para ulama salaf saleh, mencetak para penghafal Al-Quran, dan mendidik generasi rabbani. Selain itu juga dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dengan ikut serta menyukseskan program wajib belajar agar semua warga negara dapat melanjutkan pendidikan/menekan angka putus sekolah, memberikan layanan pendidikan nonformal bagi peserta didik, dan karena ijazah lulusannya diakui setara pendidikan formal.
Oleh karena Pondok Pesantren Salafiyah Ma’had Zaadul Ma’ad adalah milik umat islam, dalam menyelenggarakan program pendidikannya perlu adanya yayasan sebagai payung hukum yang menaunginya maka didirikanlah yayasan yang diberi nama Yayasan Bekal Akhirat Palembang. Yayasan ini didirikan pada tanggal 21 Agustus 2015 dan telah disahkan dihadapan notaris pada tanggal 21 Agustus 2015 dengan Akta Notaris Bramada Dharmawangsa, S.H., M.Kn. Nomor 295 Tahun 2015 Daftar No. AHU-0011578.AH.01.12. Yayasan Bekal Akhirat Palembang juga berlokasi yang sama dengan Ma’had Zaadul Ma’ad. Yayasan ini bergerak dalam bidang pendidikan, keagamaan, sosial, dan kemanusiaan.
Sampai saat ini program pendidikan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Salafiyah Ma’had Zaadul Ma’ad Palembang antara lain: Raudhatul Athfal (setara TK), Salafiyah Ula (setara SD/MI), Salafiyah Wustha (setara SMP/MTs), Salafiyah Ulya (setara SMA/SMK/MA), Tadribud Duat (pasca SMA), dan Tahfiz Quran Putra.
